When Digital Marketing Is Touching Hospitality Industry
Mungkin industri perhotelan dapat dijuluki dengan istilah "Industri Dinosaurus". WHY ??!!
Ya seperti yang kita tahu bahwa produk dari industri perhotelan adalah pelayanan atau servis yang diberikan langsung oleh manusia, dan para pelaku bisnis hotel memiliki pemikiran yang saklek bahwa dunia perhotelan tidak terlalu membutuhkan apa yang disebut dengan digital marketing dan lebih fokus pada pelayanan bisnisnya. (ya walaupun pelayanan bisnis juga penting, namun di hal lain pun ada juga yang perlu diperhatikan)
Namun jaman sekarang, orang-orang yang memakai jasa hotel sudah semakin pintar, apabila mereka ingin berlibur atau menggunakan fasilitas hotel untuk perjalanan bisnis, mereka lebih memilih untuk melakukan reservasi menggunakan OTA yang sudah semakin menjamur.
Loh tapi bukannya OTA membantu hotel dalam mendapatkan pelanggan ?
eits tunggu dulu, apabila orang melakukan reservasi melalui OTA otomatis hotel harus memberikan komisi sekian persen untuk OTA sehingga penghasilan yang didapatkan pun tidak akan maksimal dibandingkan dengan reservasi melalui website hotel itu sendiri.
Jadi balik lagi ke industri dinosaurus, mengapa pantas mendapatkan julukan seperti itu ? ya karena jika industri hotel tidak mau mengikuti perkembangan dunia digital maka industri itu sendiri akan punah seperti dinosaurus.
Ya seperti yang kita tahu bahwa produk dari industri perhotelan adalah pelayanan atau servis yang diberikan langsung oleh manusia, dan para pelaku bisnis hotel memiliki pemikiran yang saklek bahwa dunia perhotelan tidak terlalu membutuhkan apa yang disebut dengan digital marketing dan lebih fokus pada pelayanan bisnisnya. (ya walaupun pelayanan bisnis juga penting, namun di hal lain pun ada juga yang perlu diperhatikan)
Namun jaman sekarang, orang-orang yang memakai jasa hotel sudah semakin pintar, apabila mereka ingin berlibur atau menggunakan fasilitas hotel untuk perjalanan bisnis, mereka lebih memilih untuk melakukan reservasi menggunakan OTA yang sudah semakin menjamur.
Loh tapi bukannya OTA membantu hotel dalam mendapatkan pelanggan ?
eits tunggu dulu, apabila orang melakukan reservasi melalui OTA otomatis hotel harus memberikan komisi sekian persen untuk OTA sehingga penghasilan yang didapatkan pun tidak akan maksimal dibandingkan dengan reservasi melalui website hotel itu sendiri.
Jadi balik lagi ke industri dinosaurus, mengapa pantas mendapatkan julukan seperti itu ? ya karena jika industri hotel tidak mau mengikuti perkembangan dunia digital maka industri itu sendiri akan punah seperti dinosaurus.
Kelemahan hotel yang lain adalah mereka terlalu mengandalkan Corporate dan Government untuk mengisi occupancy hotel mereka. Ini dapat menjadi boomerang bagi hotel itu sendiri. Seperti contohnya banyak hotel di Indonesia pada saat pemerintahan Jokowi mengalami gulung tikar dikarenakan kebijakan baru bahwa PNS dilarang melakukan kegiatan apapun di hotel. Well, ini merupakan mimpi buruk bagi pebisnis hotel.
Apa saja keuntungan yang akan didapat hotel jika mereka aktif dalam digital marketing yang salah satunya yaitu website ?
1. Better Pricing
Hotel dapat menentukan harga sesuai dengan kebutuhan mereka tanpa harus bersaing dengan OTA atau pihak-pihak lain.
Hotel dapat menentukan harga sesuai dengan kebutuhan mereka tanpa harus bersaing dengan OTA atau pihak-pihak lain.
2. Drive Traffic
Mengapa hotel harus mempunyai website namun bukan hanya sekedar website ? karena dengan mendapatkan traffic (orang yang mnegunjungi website hotel) maka semakin besar kesempatan pengunjung website untuk menjadi pelanggan.
3. Own The Data
Keuntungan yang lain adalah dengan website yang dapat melakukan reservasi kamar maka hotel akan mendapatkan data-data tamu yang dikemudian hari mungkin akan dibutuhkan. Dan semuanya tersimpan rapi di dalam sistem.'
dengan website kita juga dapat mengetahui Heat Map, yaitu kecenderungan kursor mouse di website Dengan mengetahui kecenderungan orang-orang yang mengakses website kita maka keputusan-keputusan marketing yang diambil menjadi lebih tepat. Salah satu contohnya dengan melakukan Remarketing.
Hal lain yang penting masih kaitannya dengan website hotel yaitu DIGITAL FUNNELING.
Digital funneling adalah perjalanan bisnis digital untuk mendapatkan penjualan.
Dari mulai traffic dan mendapatkan data tamu, dan mengubah data tamu menjadi prospek, hingga akhirnya mendapatkan keuntungan.
Hal pertama yang mempengaruhi orang membeli sesuatu adalah untuk pemecahan masalah. Top of mind hal yang pertama kali terlintas di pikiran seseorang akan suatu hal (dalam hal ini produk untuk memecahkan masalah).
Jaman sekarang orang banyak melakukan searching atau googling untuk membantu memecahkan masalah mereka, contohnya saat ingin berlibur dan memesan hotel di Bandung kebanyakan orang akan mengetik "hotel di Bandung". Lalu google akan memberikan rekomendasi website-website yang memberikan layanan untuk reservasi ke hotel yang ada di Bandung. Apabila anda mencoba searching di google dengan kata kunci seperti itu baris pertama yang akan muncul adalah trav*loka. Inilah yang dilupakan oleh hotel mereka tidak melakukan advertising di google dan dikalahkan oleh OTA seperti trav*loka. Mungkin saja hotel tersebut sudah menjadi top of mind di kepala orang-orang, namun karena ada rekomendasi hotel lain dari OTA maka kemungkinan orang tersebut untuk memilih hotel lain menjadi sangat mungkin.
Jadi urutan dari conversion funneling website hotel adalah
dengan traffic yang masuk ke website lalu berubah menjadi leads (orang yang memasukan data ke website). Leads sendiri dibagi menjadi 2 yaitu convers (orang yang melakukan pembayaran) dan yang tidak melakukan pembayaran.
Perbedaan keuntungan marketing offline dengan digital adalah dengan digital marketing kita dapat mengetahui Cost Per Conversion atau Cost Per CLick (CPC) (biaya yang dikeluarkan untuk website menjadi traffic yang berubah menjadi conversi), semua tindakan akan tercatat dari mengklik iklan sampai melakukan pembayaran. Untuk traffic yang tidak menjadi conversi maka akan dilakukan remarketing, dengan cara mengiklankan kembali produk yang mereka lihat sebelumnya.
Memiliki website akan menjadi bisnis online yang menjanjikan, walaupun kita harus mengeluarkan biaya yang tidak sedikit untuk mengelola website, namun masih lebih murah dan menguntungkan dibanding dengan memasang billboard di jalan dengan harga dan pajak yang sangat mahal.

Comments
Post a Comment