All About Sukun
Sukun adalah
nama pohon yang berbuah. Buah sukun
tidak memiliki biji dan mempunyai bagian yang lunak, akan terasa mirip roti setelah digoreng atau dimasak. Sebab itu, orang-orang
Eropa menyebutnya sebagai "buah roti” atau “bread fruit”. Sukun
dihasilkan oleh tanaman Artocarpus altilis.
Bentuknya bulat cenderung lonjong. Warnanya saat muda hijau terang dan akan
berubah saat matang menjadi kuning kecoklatan. Untuk beberapa varietas
ketika matang berwarna oranye kemerahan.
Di Indonesia buah ini hanya digunakan sebagai makanan ringan atau makanan fungsional. Pengertian makanan fungsional dijelaskan oleh Jansen Silalahi (2006:17) yaitu “Makanan olahan bergizi yang juga mengandung bahan atau unsur yang berperan untuk membantu fungsi tubuh tertentu”.
Tanaman sukun bisa tumbuh pada
rentang ekologi yang luas, namun habitatnya yang paling cocok di
dataran rendah beriklim tropis. Tanaman
ini bisa hidup pada tanah pesisir pantai. Sukun masih bisa hidup di
dataran tinggi dan daerah pegunungan, hanya saja tidak mudah berbuah. Melihat
Indonesia adalah negara tropis maka banyak pohon sukun yang tumbuh subur, dan
produksi buah sukun pun melimpah di Indonesia namun pemanfaatannya masih kurang
optimal.
Buah sukun kaya akan karbohidrat oleh karena itu dapat dijadikan
makanan pokok. Namun buah ini tidak bisa disimpan lama dalam keadaan tidak diolah. Jika disimpan pada suhu ruang buah sukun
hanya akan bertahan sekitar 5 hari. Sukun dapat disimpan dalam waktu lama
apabila diolah terlebih dahulu.
Lies
Suprapti (2002:11) menyatakan bahwa “Buah sukun memiliki kandungan lemak
yang rendah, bebas kolesterol dan tidak mengandung gluten”. Indeks glikemik
buah sukun lebih rendah dibandingkan sumber pangan lain seperti beras, kentang
dan gandum. Damayanti (2013:15) menyebutkan “GI (Glycemic Index) adalah skala
atau angka yang diberikan pada makanan tertentu berdasarkan seberapa cepat
makanan tersebut meningkatkan kadar gula darahnya, skala yang digunakan adalah
0-100”. Buah sukun juga mengandung zat karotenoid seperti beta karoten, Tri
Ocktaviani, dkk (2014:101) “merupakan provitamin A yang berperan
penting bagi pembentukan vitamin A”. Zat-zat tersebut berguna sebagai
antioksidan yang akan melindungi tubuh dari radikal bebas.
Program penganekaragaman
pangan dari buah sukun dilakukan sebagai salah satu cara untuk mendayagunakan
buah sukun yang berlimpah pada musim panen dan mengembangkan produk pangan.
Salah satu cara penganekaragaman sukun yaitu dengan mengubahnya menjadi tepung.
Berikut adalah kandungan gizi yang terdapat pada buah sukun tiap 100gr.
No
|
Unsur Gizi
|
Kadar/100 g Bahan
|
1.
|
Energi
(kal.)
|
302,00
|
2.
|
Protein
(g)
|
3,60
|
3.
|
Lemak
(g)
|
0,80
|
4.
|
Karbohidrat
(g)
|
78,90
|
5.
|
Abu
(g)
|
2,00
|
6.
|
Kalsium
(mg)
|
58,80
|
7.
|
Fosfor
(mg)
|
165,20
|
8.
|
Zat
Besi (mg)
|
1,10
|
9.
|
Vitamin
B1 (mg)
|
0,34
|
10.
|
Vitamin
B2 (mg)
|
0,17
|
11.
|
Vitamin
C (mg)
|
47,60
|
12.
|
Air
(%)
|
15,00
|
Sumber: Food Composition Table for Use In East Asia
(FAO – 1972

Comments
Post a Comment