Apakah Minum Susu Baik Bagi Tubuh ?
Banyak dari kita yang beranggapan bahwa susu adalah minuman kesehatan. Bahkan anggapan ini telah membudaya begitu lama di masyarakat.
Ini mungkin mengadopsi dari pemahaman bahwa pada saat manusia lahir makanan pertama yang dijejalkan adalah susu.
Namun yang perlu di garis bawahi adalah susu yang diminum kita saat masih bayi adalah susu yang berasal dari ibu sendiri yang adalah sesama manusia.
Susu yang berasal dari ibu (ASI) merupakan minuman penyambung kehidupan yang fundamental bagi sang bayi. Banyak diketahui fungsi baik ASI dalam menumbuhkan hal-hal positif bagi tubuh manusia. Namun fungsi utamanya adalah suoaya basi dapat bertahan hidup.
Disinilah muncul kekeliruan, susu sapi disebut-sebut sebagai minuman kesehatan. Awalnya hanya sebagai pelengkap ASI namun lama-lama perannya menggeser ASI. Terkaadang beberapa orang malah menjadikannya sebagai asupan utama.
Kandungan gizi susu binatang memang mengandung protein, lemak, karbohidrat yang lebih tinggi ketimbang ASI. Munculah anggapan bahwa dengan minum susu pasti sehat !
Masalahnya adalah manusia sudah memiliki kodratnya sendiri. Mengapa ASI tidak memiliki kandungan gizi yang sama tingginya dengan susu sapi ?
The aswer is simple : tubuh mansuia tidak didesain sama seperti sapi !
Kandungan gizi yang tinggi pada susu sapi karena memang didesain supaya bayi sapi dapat segera berdiri dan mandiri.
Manusia dikodratkan tidak seperti itu siklus hidupnya, sehingga kandungan gizi yang tinggi seperti susu sapi akan mubazir dalam tubuh.
Banyak penelitian yang menunjukan bahwa gula dalam susu hewan (lactose) dapat menimbulkan alergi pada mayoritas manusia. contohnya seperti diare hingga masalah lainnya, yang membuktikan bahwa susu hewan bukanlah untuk manusia.
Erikar Lebang dalam bukunya Mitos dan Fakta Kesehatan menyebutkan bahwa protein susu binatang (kasein) yang begitu tinggi, ketika masuk dalam tubuh manusia segera mendapatkan reaksi dari tubuh. Reaksi melawan.
Tubuh manusia akan melawan dengan menciptakan substansi yang bersifat antikasein. Suatu bukti lagi bahwa susu sapi bukanlah susu yang ditakdirkan untuk manusia.
Penelitian lanjutan sistem cerna manusia, juga memperlihatkan kerja enzim pencernaan karbo dan protein ternyata bertentangan. Kerja enzim cerna karbohidrat (amilase) ternyata bertentangan dengan kerja enzim cerna protein (pepsin), saat keduanya bekerja bersama.
Hubungannya dengan susu sapi adalah, susu sapi memiliki kandungan protein dan karbohidrat yang sama-sama tinggi, inilah salah satu yang menunjukan bahwa susu sapi tidaklah baik bagi pencernaan manusia.
Tuhan menunjukan kesempurnaanya dengan desain ciptaan-Nya, karena ASI memiliki kandungan protein dan karbohidrat yang sangat moderat. Jumlahnya cukup untuk memenuhi kebutuhan bayi yang masih berproses secara perlahan.
Semakin usia manusia bertambah dewasa kebutuhan akan susu akan menghilang, ini dibuktikan dengan tidak diproduksinya lagi enzim laktase seiring dengan bertambahnya umur manusia.
Secara umum fakta ini menunjukan bahwa manusia tidak lagi membutuhkan susu setelah beranjak dewasa. Siklus alam ini tidak bisa dilawan. Siklus alam ini tidak dapat dilawan dan bukan rekayasa, malah manusia yang melakukan rekayasa tersebut dengan memaksakan untuk meminum susu dari binatang, padahal pemaksaan ini yang akan menimbulkan masalah.
Susu binatang boleh dikonsumsi sesekali sebagai santapan sosial, tapi bukan untuk santapan fungsional apalagi sebagai katalisator kesehatan.

Comments
Post a Comment